Ayah Egy Maulana Vikri Sempat Pernah Ditipu Pemandu

Diego Ribas

Ayah Egy Maulana Vikri Sempat Pernah Ditipu Pemandu, Kemampuan Sampai Ambisi Besar Menyingkirkan Eropa. Di umurnya yang tetap begitu muda, Egy Maulana Vikri udah berubah menjadi favorite sejumlah pemain bola yang mulai menekuni karir di dalam lapangan hijau. Bercahaya di level tim nasional Indonesia grup usia, sampai selanjutnya bisa tembus persaingan di Eropa. Akan tetapi perjalannya gak sudah pernah semulus yang banyak orang-orang pertimbangkan.

Raut Muka Egy Maulana

Raut muka serta gerak-geriknya tunjukkan upaya kerasnya biar gak kelihatan nuansa kegentingan. Sempat pernah melirik ke banyak relasi, dia selanjutnya tersenyum. Namun bukan senyum ‘lurus’, namun lantaran sorot camera. Awalannya berlangsung, ada kejadian yang bakalan gak terabaikan selama hidupnya.

Dia gemetaran sebelum serta tengah berhadap-hadapan dengan banyak jurnalis, plus di muka sejumlah fans. Bila di Indonesia, barangkali tidak jadi masalah, namun ini beda: di Polandia! Karena amat gak keruan di isi kepala, dia hingga mesti berbicara ‘bismillah’ serta ‘astaghfirullah’. Arahnya satu: menentramkan hati.

Takut, tegang, gemetaran serta bahagia, berbaur berubah menjadi satu. Tersebut waktu si mimpi gak lagi berubah menjadi sekadar bayangan di atas kening semata-mata. Ingat film ‘5 cm’ garapan Rizal Mantovani?

Seperti itulah lebih kurang disaat figure Genta (Fedi Nuril) mengemukakan pada beberapa rekannya bila impian ke pucuk Mahameru bak miliki jarak 5 cm saja dari kening.

Selebihnya, untuk menguber jarak ‘5 cm’ tersebut diperlukan usaha giat, determinasi, keseriusan serta pengorbanan.

Saat ini, figure ‘ia’ serta ‘nya’ di atas yaitu bintang hari depan sepak bola Indonesia, Egy Maulana Vikri. Dia merealisasikan mimpinya main di Liga Eropa, suatu yang udah miliki jarak ‘5 cm’ dari mulai dirinya sendiri menjalani sang kulit bulat. Egy ke Eropa, pasnya ke Polandia.

Egy masuk dengan Lechia Gdansk. Mempunyai arti, suatu sesi baru perjalanan pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000 mulai.

Sampai sah membubuhkan tanda-tangan kontrak di Lechia Gdansk, pemain yang tampil memesona berbarengan Tim nasional Indonesia U-19 terus jadi figure rendah hati.

Buat Egy Maulana Vikri terbang ke Eropa berubah menjadi suatu ketentuan besar dalam kehidupan. Buatnya, merantau bukan sebuah hal yang baru. Egy ikhlas berpisah dengan keluarganya sejak mulai umur 13 tahun waktu tuntut pengetahuan di Diklat Ragunan Jakarta. Akan tetapi, kepergian Egy kesempatan ini berlainan.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *